Inovasi pendidikan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta memegang peranan penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan tuntutan akan keterampilan yang relevan, inovasi dalam pendidikan menjadi kunci untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Menurut Prof. Dr. Ir. H. Aris Junaidi, M.Sc., Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta, inovasi pendidikan harus terus dilakukan guna meningkatkan kualitas lulusan. “Kita tidak bisa mengandalkan metode-metode lama dalam pendidikan. Kita perlu terus berinovasi agar mahasiswa dapat bersaing di era globalisasi ini,” ujarnya.
Salah satu inovasi pendidikan yang telah diterapkan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta adalah penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan memanfaatkan e-learning dan platform online, mahasiswa dapat belajar secara mandiri dan fleksibel sesuai dengan waktu dan tempat yang mereka inginkan.
Dr. Ir. Hanif Al Fatta, M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Yogyakarta, menambahkan bahwa inovasi pendidikan juga mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kita harus terus memperbarui kurikulum agar mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” katanya.
Selain itu, Universitas Mercu Buana Yogyakarta juga aktif mengadakan seminar, workshop, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan soft skill mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi akademisi yang baik, tetapi juga pemimpin yang memiliki kepemimpinan yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Dengan terus melakukan inovasi pendidikan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta yakin dapat melahirkan generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan global. Seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. H. Aris Junaidi, M.Sc., “Inovasi pendidikan adalah kunci untuk menciptakan pemimpin-pemimpin hebat yang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.”